fatawakkal

Oleh : Alhafidh KH.Abdullah A.Zaini,LcQ.M.Th.I

Tekad yang sungguh-sungguh
Sesungguhnya seseorang yang ingin mencapai cita-citanya,haruslah mempunyai tekad yang kuat dan kemauan yang keras.hal ini sangat perlu sekali karena merupakan penunjang keberhasilannya di dalam menempuh cita-cita sebagai qori’ yang baik.Kemauan yang ada harus tumbuh dari hatinya sendiri bukan karena paksaan ataupun ancaman.Akan lebih baik lagi kalau hal ini mendapat perhatian yang penuh dari pihak  orang tua.Perjalanan yang akan dilalui olehnya cukup panjang sekali dan dia harus benar-benar siap untuk menghadapi tantangan yang dating silih berganti,baik cobaan dalam dirinya maupun dari pihak luar.Jadi apabila seseorang telah mempunyai tekad yang kuat, maka segala apa yang ia cita-citakan akan terasa lebih mudah dicapai.

Niat yang ikhlas
Niat adalah pokok utama yang harus ada pada setiap individu,namun yang ditekankan disini adalah niat seseorang tatkala ia sedang mengikuti masa belajar qori’/qoriah.

Didalam membaca alqur’an ataupun ketika akan tampil di hadapan orang banyak,contohnya MTQ, didalam hati kita tidak boleh sedikitpun terdetik rasa ingin dipuji,dihormati, disanjung, dsb. Apalagi bertujuan untuk menambah mata pencaharian hidup, dengan jalan merekam suara dengan sengaja, memamerkannya yang nantinya dapat diketahui oleh orang banyak bahwa ia mempunyai suara yang baik dan pandai membaca alqur’an.Ini semua jelas sangat bertentangan dengan kaidah-kaidah dalam belajar seni baca alqur’an dan bisa menjadikan seseorang Kufur.Lalu apa sebenarnya niat belajar Qiroah? Jawabnya,tiada lain adalah bahwa kita mempelajari alqur’an itu semata-mata untuk beribadah kepada Allah SWT.

Menghayati isi kandungan alqur’an
Pada waktu kita membaca alqur’an,seluruh pikiran kita konsentrasikan untuk dapat menghayati benar-benar apa yang terkandung dalam ayat tersebut. Kita jangan sampai membaca alqur’an hanya untuk sekedarnya saja,tapi harus menjiwai isi kandungan itu sendiri. Maka apabila hal ini kita dapat laksanakan setiap kali kita membaca alqur’an,Insya Allah kita akan mendapatkan pahala yang besar pula. Ingat !!!… Penghayatan terhadap suatu pekerjaan, akan menjadikan pekerjaan itu terasa manis dan mudah untuk dikerjakan.

 

Menyesuaikan diri dengan keadaan
Pada saat kita tampil di depan orang banyak, kita harus bisa membaca situasi dan kondisi pada waktu itu.Apakah yang kita hadapi itu orang kampong biasa,ataukah orang besar seperti pejabat dan orang terpandang lainnya. Begitu pula halnya bila orang-orang yang kita hadapi itu adalah orang yang berlainan agama dengan kita. Hendaknya kita jangan sampai menjadi terkecoh hanya karena gara-gara tidak mengetahui keadaan pada waktu kita membaca.

 

Konsisten
Seseorang yang mempelajari seni baca Al-Qur’an, haruslah berusaha untuk senantiasa beristiqomah/terus menerus (continue) dalam belajar. Jangan menjadi qori’/ qoriah musiman, yaitu ketika menjelang MTQ, barulah ia belajar dan memperdalam al-qur’an, dan setelah itu berhenti ini jelas bahwa tujuannya belajar qori’/ qoriah hanya sekedar ingin mendapatkan gelar juara/piala agar dirinya dapat dikenal orang. Dan ini bukanlah sifat seorang qori’/qoriah yang baik.